Selasa, 23 Maret 2010
Dari Ibnu Umar r.huma, Rasulullah saw bersabda: "Tidak diperbolehkan hasad (iri hati) kecuali terhadap dua orang: Orang yang dikaruniai Allah kemampuan membaca Al-Quran, lalu ia membacanya pada malam dan siang hari; dan orang yang dikaruniai harta oleh Allah, lalu ia menginfakkannya pada malam dan siang hari." (HR Bukhari, Tirmidzi dan Nasai)
that's not mine...
Cerita lagi dari Bunda tentang adik Safa
Safa punya kebiasaan yang berbeda dengan sang kakak
Safa sangat menjaga batas-batas kepemilikan
kepemilikan atas benda-benda, pakaian, mainan
yang punyanya dan yang bukan punyanya
Seperti begini:
Suatu malam, adik Safa bersama Kakak Eisha
makan mie bersama
masing-masing mendapat satu piring mie
nah mungkin karena saat itu Safa sangat lapar
mie dalam piring Safa habis dalam sekejab
sementara mie kakak Eisha masih banyak di piringnya
Sang mba (Mba Ningsih) mengambil inisiatif
karena melihat Safa terlihat masih pingin makan mie
sementara mie di piring Safa sudah habis
Mba Ningsih mengambil mie di piring kakak Eisha
dan diberikannya ke adik Safa
Tapi apa kata Safa?
Safa bilang: "Ga oleh, ga oleh mbaa (ga boleh, ga boleh mbaa)"
"Itu unya ka Eisha (Itu punya Kak Eisha)"
"Ukan mie Capa (Bukan mie Safa)"
hohoho...
Cerita yang sama terjadi kemarin dan hari ini:
Kemarin Minggu, Safa baru pulang dari rumah nenek di kelapa dua depok
disana Safa dan Kak Eisha membeli mainan perlengkapan hair dryer
yang isinya: jepitan, roll rambut, dan lain-lain
Ternyata setelah pulang ke Setiabudi
dan kumpulan mainan itu dibuka,
Safa melihat cermin kecil ada di antara kumpulan mainan itu:
kata Safa ke Bunda: "Nda, ini ukan punya Capa (Bunda, ini bukan punya Safa), ini punya Ali (sepupu Safa)"
"Kok di awa, nda oleh kan? (kok dibawa, ga boleh kan?)"
dan pagi ini,
Bunda hendak mengantar Safa keluar rumah
Bunda asal saja mengambil sandal yang ada di rak
ada sandal karet berwarna orange dan itu yang Bunda pakai
Safa melihat, dan katanyaaa: "Nda, angan pake sandal itu, tu unya kakek, sandal oyenj"
(Bunda jangan pakai sandal itu, itu punya kakek, sandal orange)
Subhanallah, ga boleh ya naak kita pakai yang bukan punya kita...
mengambil yang bukan punya kita,
memakan yang bukan haq kita,
terima kasih ya sudah mengingatkan Bunda...
terima kasih ya sudah mengingatkan Bunda...
Rabu, 17 Maret 2010
minta maaf dan jangan marah-marah
Hampir seminggu ini Bunda full day di rumah
tidak ke kampus
selain adanya harpitnas (hari kejepit nasional)
karena Ayah sedang tidak enak badan
kena gejala tipes
Hmmm tapi seorang ibu yang berada di rumah full day
adalah suatu kenikmatan yang luar biasa
Semua-muanya puas dipegang sendiri
mulai dari memandikan anak-anak, kasih maem safa, bermain dengan kakak, bobo bareng ^^
semuanya bisa kita pantau
Sebenarnya Safa sedang dilatih toilet training...
Bunda sudah bilang ke Safa: "Safa, kalau pipis dimana ya?"
Safa jawab: "di amar mandi, Bunda (di kamar mandi Bunda)"
Bunda: "bukan di kasur ya?"
Safa: "ukaaaan (bukaan)"
Bunda: "kalau pipis di lantai boleh ga"
Safa: "ga oleeeh (ga boleeh), alo pipis di amar mandi (kalo pipis di kamar mandi)"
good..
terkadang Safa pintar,
bilang kalau mau pipis
sampai bisa lepas celana sendiri
dan tahu2 ngacir ke kamar mandi
tapi terkadang masih bocor juga hehe
tahu-tahu sudah basah aja celananya ^^
Tapi safa lucu,
dia tahu kalau ngompol itu ga boleh
jadi kalau safa ngompol
dan ketawan bunda
Safa bilang begini
sambil liatin dan tatap mata Bunda
"Bunda, bundaaaa"
terkadang ditambahin:
"Bunda antiiik (Bunda cantiik),
"Aku inta maap (aku minta maap)"
"kenapa Safa minta maaf, naak?" tanya Bunda
Bunda sebenarnya tahu kenapa safa tiba-tiba minta maaf
Safa: "Capa inta maap (Safa minta maaf),
soalna, kalna (soalnya, karena)
capa pipisna di cana (Safa pipisnya di celana)
ukan di amar mandi (bukan di kamar mandi)"
Ga cuma sampai disitu, Safa melanjutkan:
"Bundaa, Bunda ga malah-malah (marah-marah) yaa"
Duuh Safa, kalo safa omong begitu
siapaaa coba yang tega marah
Minggu, 14 Maret 2010
kan ada Allah..
Bismillahirrahmanirrahim
Sudah lama saya tidak menulis blog
hanya sekedar blog walking
tengok sana tengok sini
membaca sharing dr blog teman
itupun tanpa meninggalkan jejak (comment) duh maaf ya
Hari ini Bu
nda ingin cerita tentang adik Safa
yang bulan Maret ini usianya sudah 2 tahun 8 bulan
Safa sudah bisa ngobrol dan sedikit sedikit
bisa memberi nasihat ke sang kakak, Kak Eisha
Seperti pada kejadian ini:
Nah seperti yang pernah saya baca di buku Parenting
bahwa orang tua atau siapapun tidak dianjurkan
menakut-nakuti anak terutama dengan sesuatu yang tidak terlihat
kasat mata
seperti yang dulu sering dilakukan oleh kebanyakan orang
kepada anak kecil (termasuk saya kecil juga tuh)
paling sering ditakut-takuti dengan "hii ada syetan"
insya Allah kami berusaha tidak melakukan hal ini
ke anak-anak, tidak menakut nakuti mereka dengan setan dan sejenisnya
ya gendoruwo, jin ireng, kuntilanak, buto ijo, dan kawan-kawan
Tapi ternyata kecolongan juga sih
terutama si kakak Eisha yang sudah sekolah
dan sudah punya banyak teman main
Seperti ini: Tiba-tiba pulang sekolah kak Eisha bilang:
"Bunda, Buto ijo apa sih? Aku takut ah sama Buto ijo?"
"hah Buto ijo, itu nama raksasa yang ada di dongeng-dongeng Eisha"
Bunda coba menjelaskan , "Buto ijo itu tidak nyata eisha, jadi Eisha ga perlu takut"
"Dan yang pasti kan ada Allah bersama Eisha, Allah akan menjaga kita kan"
"Oh iya Bunda" Eisha setuju. Alhamdulillah.
Nah di waktu yang lain
saat hendak membeli popcorn di Setiabudi one
biasanya kita akan melewati satu lorong panjang yang gelap
Nah kak Eisha mulai deh muncul rasa takutnya.
"Bundaa, aku takut, gelap, takut ada syetan"
Tak dianya, sang adik, Safa langsung berujar
seperti arti namanya: menenangkan
adik Safa mencoba menentramkan hati si kakak:
"gapapa kok kak Ecaa (Eisha), gapapa. ga ada cetaan (setaan) kok,
kan ada Alloh, kan ada Alloh kak Ecaa (Eisha),
Jangan takut ceetan yaa"
hihi, tuh kak Eisha dengerin yaa kata adik..
Sudah lama saya tidak menulis blog
hanya sekedar blog walking
tengok sana tengok sini
membaca sharing dr blog teman
itupun tanpa meninggalkan jejak (comment) duh maaf ya
Hari ini Bu
yang bulan Maret ini usianya sudah 2 tahun 8 bulan
Safa sudah bisa ngobrol dan sedikit sedikit
bisa memberi nasihat ke sang kakak, Kak Eisha
Seperti pada kejadian ini:
Nah seperti yang pernah saya baca di buku Parenting
bahwa orang tua atau siapapun tidak dianjurkan
menakut-nakuti anak terutama dengan sesuatu yang tidak terlihat
kasat mata
seperti yang dulu sering dilakukan oleh kebanyakan orang
kepada anak kecil (termasuk saya kecil juga tuh)
paling sering ditakut-takuti dengan "hii ada syetan"
insya Allah kami berusaha tidak melakukan hal ini
ke anak-anak, tidak menakut nakuti mereka dengan setan dan sejenisnya
ya gendoruwo, jin ireng, kuntilanak, buto ijo, dan kawan-kawan
Tapi ternyata kecolongan juga sih
terutama si kakak Eisha yang sudah sekolah
dan sudah punya banyak teman main
Seperti ini: Tiba-tiba pulang sekolah kak Eisha bilang:
"Bunda, Buto ijo apa sih? Aku takut ah sama Buto ijo?"
"hah Buto ijo, itu nama raksasa yang ada di dongeng-dongeng Eisha"
Bunda coba menjelaskan , "Buto ijo itu tidak nyata eisha, jadi Eisha ga perlu takut"
"Dan yang pasti kan ada Allah bersama Eisha, Allah akan menjaga kita kan"
"Oh iya Bunda" Eisha setuju. Alhamdulillah.
Nah di waktu yang lain
saat hendak membeli popcorn di Setiabudi one
biasanya kita akan melewati satu lorong panjang yang gelap
Nah kak Eisha mulai deh muncul rasa takutnya.
"Bundaa, aku takut, gelap, takut ada syetan"
Tak dianya, sang adik, Safa langsung berujar
seperti arti namanya: menenangkan
adik Safa mencoba menentramkan hati si kakak:
"gapapa kok kak Ecaa (Eisha), gapapa. ga ada cetaan (setaan) kok,
kan ada Alloh, kan ada Alloh kak Ecaa (Eisha),
Jangan takut ceetan yaa"
hihi, tuh kak Eisha dengerin yaa kata adik..
Senin, 08 Februari 2010
jepretan ayah yang lagi belajar fotografi^
Ayah lagi punya hobi baru
kemana-mana nenteng kameranya
sebenernya Bunda ga ngeh itu kamera apa
taunya cuma merek sony
kata om Azhar sih kamera DSLR
dulu Bunda juga suka fotografi
tapi sekarang dah luntur semangatnya
habis kalau gape foto alamat ga akan jadi obyek foto
hehe
tapi insya Allah
nanti kalau ada waktu
Bunda mau belajar fotografi juga kayak Ayah
dari Ayah, om Azhar dan mba Riyyani
yang gape bin expert
enjoy it...hasil jepretan Ayah Eisha Safa
seperti biasa fotografer (si Ayah) pastinya ga ada difoto..^^
Kamis, 04 Februari 2010
Selalu Ada Allah Bersama Kita
Bismillahirrahmanirrahim
Tulisan ini tercetus
dari obrolan ayah dan bunda eisha
yang sedang mumet mencari sekolah SD buat eisha
Sebagai orang tua,
kita selalu menginginkan yg terbaik ya buat buah hati kita.
Tapi memang apa yg terbaik
bagi masing-masing orang punya ukurannya sendiri-sendiri
Bahkan dalam satu keluarga,
terkadang Ayah punya visi yang beda dengan bunda juga
Kami sebenarnya ingin memasukan Eisha
Ke sekolah SD tahfidz quran (penghafal Al Qur'an)
Namun uang pangkal dan biaya sekolah
bisa dibilang cukup menguras kantong
Disamping itu ada kekhawatiran dari ayah
tentang resiko pergaulan yg terlalu high class
pada sekolah yg bayarannya mahal.
Hal ini memang diakui terjadi di beberapa sekolah seperti itu.
Walau tidak boleh dipukul rata.
Nah tentang biaya dan segala kekhawatiran...
Bunda percaya bahwa jika kita punya niat baik
Maka hasilnya akan baik
Apapun itu..
Jika niat kita adalah menjadikan anak anak kita
Sebagai pembela Al quran dengan menjadi penghafal dan pengamal Al quran
Maka Allah akan selalu bersama kita bukan?
Akan ada caranya Allah membantu kita insya ALlah
Then it works..
untuk biaya..
Menjelang pendaftaran masuk sekolah sd ini
Bunda insya Allah akan mendapatkan rezeki
pembayaran riset dan pembutan modul
juga pembayaran bimbingan mahasiswa
Yang jumlahnya cukup utk membayar uang pangkal
sekolah hafidz eisha ..
Alhamdulillah..
Jalannya Allah yang tidak disangka-sangka
selama kita mau bertawakal...insya Allah
doakan kami semoga semuanya selalu dimudahkan
Amin Allahumma Amin
Dan ini cerita yang lain...
mungkin bisa jadi hikmah buat kita
Sebutlah seorang tukang bakso asal wonogiri
Yang dulu kecilnya bisa dibilang sbg anak yang sangat amat pintar
di sekolah SD nya..yang lokasinya sangat jauh ditempuh jalan kaki
sampai harus melewati dua sungai..
ia, si anak ini..
selalu juara kelas di semua pelajaran
terutama pelajaran berhitung
ia dalah seorang anak SD yang selalu hafal konsep "Empat Sehat Lima Sempurna"
tapi seumur-umur usianya belum pernah ia melihat bentuk roti dan susu
yang ada digambar empat sehat lima sempurna yang di tempel Pak Guru
di dinding kelasnya, apa lagi sampai merasakan rasanya...^^
ia adalah Pemimpin kelompok kepanduan
di sekolahnya, tapi sampai kunjungan Bupati
ke desanya dimana ia memimpin upacara
tak bisa ia kenakan seragam kepanduan coklat-coklat itu
karena tak punya uang untuk membelinya
jadi dipakainya baju merah putih satu2nya yang ia punya
yah begitulah...biar pun pintar ia hanya anak seorang petani di wonogiri sana
Maka ia harus mengubur harapannya untuk melanjutkan sekolah
namun bersyukur, karena Nilai SDnya yang bagus mendorong sang paman
mau membiayai sekolah lanjutan si ponakan ini
ke sekolah teknik waktu itu (setingkat smp)
Namun ternyata, si anak yang sdh tumbuh menjadi pemuda
hanya bisa melanjutkan sekolah
sampai sekolah teknik kelas dua
ia harus memutuskan sekolah ST nya ini
karena sang bude atau bibi,
istri sang paman tidak mau ditumpangi lagi oleh keponakannya ini
Sejak saat itu lah sang pemuda ini
bertekad bahwa anak-anaknya kelak
harus bisa sekolah yg tinggi
tak apalah sampai ia harus kerja keras
banting tulang di siang hari berjualan bakso
dan malamnya mengajari berhitung sang anak perempuannya..
Sang anak perempuannya pun sekolah SD sambil berjualan pisang coklat
untuk keperluan membeli buku buku
dan jikalau ada sisa utk membeli majalah bekas BOBO
yang selalu menarik hatinya untuk tahu
dunia luar seperti apa
Sampai tiba waktu kuliah,
si anak gadisnya ini
Menimbang-nimbang apakah bisa ia kuliah?
Darimanakah biayanya?
Bahkan untuk les intensif UMPTN (semisal TEKNOS, GANESHA, dkk) tak bisa ia lakoni
dan membeli formulir UMPTN pun masih harus ditimbang-timbang
mampukah?
Tapi lagi-lagi Allah swt maha adil
Pintu rezeki Nya datang tak disangka-sangka
Suatu hari sang anak mendapati surat dari Universitas Indonesia
bahwa ia diterima sebagai mahasiswa UI
melalui jalur PMDK, tanpa tes
Subhanallah....
kedua orang tua berucap syukur banyak-banyak
Cita-cita dan doa mereka agar anak mereka bisa sekolah tinggi tercapai.
Sekarang sang anak sudah berhasil menyelesaikan S2nya.
Anak seorang tukang bakso yang juga cucu seorang petani?
Jadi akankah kita meragukan Allah swt?
Selama niatannya adl baik
Maka Allah ma' ana..Allah bersama kita..
Ada Allah bersama langkah-langkah kita..
Dan percayalah selalu ada rizki Allah untuk anak-anak kita insya Allah..
Allah punya cara-Nya sendiri. Allah punya jalan-Nya sendiri
untuk mengabulkan doa penuh harap dari hamba-Nya
insya Allah...
Tulisan ini tercetus
dari obrolan ayah dan bunda eisha
yang sedang mumet mencari sekolah SD buat eisha
Sebagai orang tua,
kita selalu menginginkan yg terbaik ya buat buah hati kita.
Tapi memang apa yg terbaik
bagi masing-masing orang punya ukurannya sendiri-sendiri
Bahkan dalam satu keluarga,
terkadang Ayah punya visi yang beda dengan bunda juga
Kami sebenarnya ingin memasukan Eisha
Ke sekolah SD tahfidz quran (penghafal Al Qur'an)
Namun uang pangkal dan biaya sekolah
bisa dibilang cukup menguras kantong
Disamping itu ada kekhawatiran dari ayah
tentang resiko pergaulan yg terlalu high class
pada sekolah yg bayarannya mahal.
Hal ini memang diakui terjadi di beberapa sekolah seperti itu.
Walau tidak boleh dipukul rata.
Nah tentang biaya dan segala kekhawatiran...
Bunda percaya bahwa jika kita punya niat baik
Maka hasilnya akan baik
Apapun itu..
Jika niat kita adalah menjadikan anak anak kita
Sebagai pembela Al quran dengan menjadi penghafal dan pengamal Al quran
Maka Allah akan selalu bersama kita bukan?
Akan ada caranya Allah membantu kita insya ALlah
Then it works..
untuk biaya..
Menjelang pendaftaran masuk sekolah sd ini
Bunda insya Allah akan mendapatkan rezeki
pembayaran riset dan pembutan modul
juga pembayaran bimbingan mahasiswa
Yang jumlahnya cukup utk membayar uang pangkal
sekolah hafidz eisha ..
Alhamdulillah..
Jalannya Allah yang tidak disangka-sangka
selama kita mau bertawakal...insya Allah
doakan kami semoga semuanya selalu dimudahkan
Amin Allahumma Amin
Dan ini cerita yang lain...
mungkin bisa jadi hikmah buat kita
Sebutlah seorang tukang bakso asal wonogiri
Yang dulu kecilnya bisa dibilang sbg anak yang sangat amat pintar
di sekolah SD nya..yang lokasinya sangat jauh ditempuh jalan kaki
sampai harus melewati dua sungai..
ia, si anak ini..
selalu juara kelas di semua pelajaran
terutama pelajaran berhitung
ia dalah seorang anak SD yang selalu hafal konsep "Empat Sehat Lima Sempurna"
tapi seumur-umur usianya belum pernah ia melihat bentuk roti dan susu
yang ada digambar empat sehat lima sempurna yang di tempel Pak Guru
di dinding kelasnya, apa lagi sampai merasakan rasanya...^^
ia adalah Pemimpin kelompok kepanduan
di sekolahnya, tapi sampai kunjungan Bupati
ke desanya dimana ia memimpin upacara
tak bisa ia kenakan seragam kepanduan coklat-coklat itu
karena tak punya uang untuk membelinya
jadi dipakainya baju merah putih satu2nya yang ia punya
yah begitulah...biar pun pintar ia hanya anak seorang petani di wonogiri sana
Maka ia harus mengubur harapannya untuk melanjutkan sekolah
namun bersyukur, karena Nilai SDnya yang bagus mendorong sang paman
mau membiayai sekolah lanjutan si ponakan ini
ke sekolah teknik waktu itu (setingkat smp)
Namun ternyata, si anak yang sdh tumbuh menjadi pemuda
hanya bisa melanjutkan sekolah
sampai sekolah teknik kelas dua
ia harus memutuskan sekolah ST nya ini
karena sang bude atau bibi,
istri sang paman tidak mau ditumpangi lagi oleh keponakannya ini
Sejak saat itu lah sang pemuda ini
bertekad bahwa anak-anaknya kelak
harus bisa sekolah yg tinggi
tak apalah sampai ia harus kerja keras
banting tulang di siang hari berjualan bakso
dan malamnya mengajari berhitung sang anak perempuannya..
Sang anak perempuannya pun sekolah SD sambil berjualan pisang coklat
untuk keperluan membeli buku buku
dan jikalau ada sisa utk membeli majalah bekas BOBO
yang selalu menarik hatinya untuk tahu
dunia luar seperti apa
Sampai tiba waktu kuliah,
si anak gadisnya ini
Menimbang-nimbang apakah bisa ia kuliah?
Darimanakah biayanya?
Bahkan untuk les intensif UMPTN (semisal TEKNOS, GANESHA, dkk) tak bisa ia lakoni
dan membeli formulir UMPTN pun masih harus ditimbang-timbang
mampukah?
Tapi lagi-lagi Allah swt maha adil
Pintu rezeki Nya datang tak disangka-sangka
Suatu hari sang anak mendapati surat dari Universitas Indonesia
bahwa ia diterima sebagai mahasiswa UI
melalui jalur PMDK, tanpa tes
Subhanallah....
kedua orang tua berucap syukur banyak-banyak
Cita-cita dan doa mereka agar anak mereka bisa sekolah tinggi tercapai.
Sekarang sang anak sudah berhasil menyelesaikan S2nya.
Anak seorang tukang bakso yang juga cucu seorang petani?
Jadi akankah kita meragukan Allah swt?
Selama niatannya adl baik
Maka Allah ma' ana..Allah bersama kita..
Ada Allah bersama langkah-langkah kita..
Dan percayalah selalu ada rizki Allah untuk anak-anak kita insya Allah..
Allah punya cara-Nya sendiri. Allah punya jalan-Nya sendiri
untuk mengabulkan doa penuh harap dari hamba-Nya
insya Allah...
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang "Aku" maka (jawablah) bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo'a apabila berdo'a kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka itu beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran ( Al Baqarah: 186)
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu (Ath-Thalaq: 2-3)
Senin, 01 Februari 2010
Karnaval Jalan2 di Monas
Hari sabtu, tanggal 30 Januari kemarin
Eisha dan teman-teman sekolah
mengikuti acara Gebyar PAUD TK Aisyah se Jakarta dan Bekasi
acaranya diadakan di monas
anak-anak diminta menggunakan dress code baju profesi
Sempat bingung Eisha musti pakai baju apa
sempat juga konsul by note di mp dan fb..hehe
berhubung di rumah cuma punya baju tidur sama baju maen
jadinya mencari2 di pasar dan di mp online shop
kalau2 ada yang jual
Eh alhamdulillah kakek nya eisha
malah yang belikan eisha
kake belikan eisha baju profesi pilot
*wah memang ada pilot perempuan y?*
kata kakek,
kakek belikan kostumnya di pasar proyek senen
tempat dulu kecil bunda beli baju lebaran hihi
dari semua kostum yang dijual disana
kakek paling sreg sama kostum ini
terima kasih banyak ya kakek
Sabtu pagi, Bunda pergi sama Eisha naik transjakarta (busway) ke monas
bersama Bunda2 dan teman2 Eisha yg lain
dan siangnya Ayah jemput
bersama Ammah Penni (adik Bunda) dan adik Safa
sebelum pulang kita mampir ke monas dulu
walau ga jadi masuk ke dalamnya, karena antriiiiiiii
kapan2 deh yaa, masuk ke monas dan lihat Jakarta dari atas monas
nah berhubung yang bawa kamera ayah,
dan ayah jemputnya sdh siang, dan karnaval sdh bubaran
ga sempat difoto deh karnavalnya
maka foto2 ini adalah foto-foto setelah karnaval sajah..^^
Langganan:
Postingan (Atom)