Selasa, 04 Mei 2010

Jangan Sakiti Saudara Kita...

Bismillahirrahmanirrahim

saya sebenarnya tidak tahu akan menulis catatan ini dari mana

Belakangan ini saya menjadi resah dan sedih atas
ujian yang sedang ditempa teman saya, sahabat saya
terlihat dengan jelas bagaiman masalahnya menguras habis jiwa dan fikirannya

sejujurnya saya tidak bisa berbuat banyak
karena saya adalah pihak yang out of circle dari masalah teman saya ini

Manusia dalam hidup ini memang punya banyak pilihan..
banyak orang bilang
hidup itu adalah pilihan...

kalau dulu kata seorang teman
yang juga seorang ustadz
pernah berkata
di hidup itu cuma ada dua pilihan: pilihan pada kebaikan, atau pilihan pada keburukan
dan tidak ada wilayah netral (abu-abu)

walau orang-orang sering kali bilang
yang baik buat saya, belum tentu baik buat kamu,
vice versa,
yang buruk buat kamu belum tentu buruk buat saya

tapi Alhamdulillah, sebagai seorang muslim...
kita telah punya standar kebaikan dan keburukan itu sendiri
yaitu Al Qur'an dan Ass sunnah
begitu bukan?

jadi kalau kita ragu kita berada di jalan yang mana saat ini
maka kembalikan kepada dua hukum Allah tersebut
sehingga kita akan selamat kelak..insya Allah

Mengenai karma..
secara tersirat
sebagai seorang muslim
memang kita tidak pernah mengenal kata ini


tapi apakah benar karma itu ada?

mari lihat apa yang dikatakan Allah SWT dalam kitab-Nya:
"....Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri..." (QS al Isra 4-7)

Mungkin hal ini tidak sama dengan karma,
tapi Allah SWT jelas-jelas menyatakan

bahwa kebaikan dan keburukan yang kita perbuat kembalinya kepada kita sendiri

dan membuat saya beristighfar..berkali-kali

dan untuk temanku-temanku tersayang,

ingatlah...

ketika kita merampas
mencabik-cabik cinta dan rasa tentram orang lain
maka sesunggunya kita telah merampas cinta kebahagiaan kita sendiri

ketika kita tersenyum, tertawa, berbahagia
diatas kesedihan orang yang lainnya
sesungguhnya itu adalah kesedihan kita yang akan kita alami juga

kesakitan yang kita berikan kepada orang lain
apalagi kepada saudara kita
akan berujung pada kesakitan kita sendiri...
yang akan kita rasakan juga
mungkin kelak, mungkin hari esok, mungkin satu jam lagi?
hanya Allah Yang Maha Tahu

dan untuk seseorang disana...
jika kita berada dalam peran memisahkan
seorang suami dari isteri yang pernah disayanginya
sesungguhnya kelak kita juga mungkin akan dipisahkan dalam proses yang sama

ketika kau renggut seorang ayah dari seorang anak,
buah hatinya, aliran darahnya,
maka kelak anakmu mungkin akan merasakan kehilangan yang sama

jika kita menyakiti hati jiwa orang yang lainnya
kita kelak akan menuai hal yang sama

Ingatlah syaitan, musuh kita
adalah musuh kita yang paling BESAR
selalu berusaha keras membelokkan jalan-jalan lurus kita

menjadikan sesuatu yang buruk dengan hiasan keindahan
menjadikan seuatu yang punya banyak mudharat
serasa punya banyak manfaat buat kita

menjadikan sesuatu yang terlanggar terlihat menjadi sesuatu yang sah untuk dijalankan

astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah...

banyak-banyak beristighfar

semoga Allah swt selalu membimbimbing jalan-jalan kita
memperkenankan kita kembali berada lurus dalam jalanNya
mengembalikan pandangan kabur dari mata kita...
menyingkirkan kabut yang membelenggu fikiran kita...

Amin Ya Allah, kabulkanlah doaku..
Berikanlah sahabatku jalan keluar..Jalan-Mu

Senin, 03 Mei 2010

kembali ke alam..go to mekarsari




Beberapa minggu yang lalu
Eisha Safa berkesempatan

melihat-lihat kebun buah buatan
di taman buah mekarsari

ceritanya mau melihat alam nan hijau
karena di jakarta ga ada tuh alam yang hijau
hehe

rencananya eisha kepingin lihat pohon apel
buah kesukaannya

tapi apa daya karena berangkatnya sudah siang
dan sampai disana hujan mengguyur deras sekali
jadinya area yang dikunjungi juga terbatas

kalau mau kesini lagi
berangkatnya harus lebih pagi ya
biar puas main ke alamnya...

Jumat, 30 April 2010

Kebaikan yang Menguatkan

Bismillahirrahmanirrahim

Saya sebenarnya tidak tahu harus menulis catatan ini dari mana

judul tulisan ini mencuat begitu saja dari kepala saya tadi sore

kebaikan, ya perbuatan baik

kerap kita lakukan insya Allah ya

alasannya? alasan melakukannya?

banyak

masing-masing orang punya alasannya sendiri

masing-masing punya niatnya sendiri

ikhlas?

semoga, karena keikhlasan dan niat seseorang hanya Allah SWT saja yang tahu

 

tapi tahukah kebaikan yang kita lakukan

setiap langkah-langkah menujunya

setiap fikiran yang memikirkannya

setiap  tangan yang terjulurkan'

setiap kata-kata kebaikan yang diluncurkan

semuanya akan berbalik kepada kita sendiri

 

kita mungkin tidak merasa

tidak sadar

tapi ternyata kebaikan-kebaikan lain berdatangan kepada kita

menguatkan kita dikala lemah

memperkaya hati kita disaat miskin

'dan memperkuat hubungan kita dengan orang-orang yang kita cintai

 

tahukah kita

sesungguhnya senyum yang kita berikan kepada teman

hiburan yang kita suguhkan disaat teman merana

dan kebaikan2 lain

menguatkan kita dalam hidup ini

merekatkan hubungan kita dengan orang-orang yang kita kasihi

kita sayangi...ini terbukti...

jika tidak percaya lihat saja hidup Anda

kebaikan-kebaikan yang Anda dapat sekarang

adalah buah kebaikan yang telah Anda lakukan

dijauh-jauh hari, di hari kemarin, di detik yang lalu..

 

Anas bin Malik ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):

“Di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, dan ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Sungguh beruntung seseorang yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka kebaikan dan sungguh celaka dia yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka keburukan.“ (HR. Ibnu Majah)

“Barangsiapa yang
mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan
beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
(An-Nahl:97)


 

<

Selasa, 27 April 2010

detikNews : UN 2010 Langgar Prinsip Keadilan Pendidikan

http://www.detiknews.com/read/2010/04/28/072840/1346752/10/un-2010-langgar-prinsip-keadilan-pendidikan
Maaf Pak Menteri, tapi saya sangat tidak mendukung UN (eh kenapa musti minta maaf sama Pak Menteri?)

Kidzania Bermain Profesi




Acara main ke kidzania
hari Sabtu sore
tanggal 24 April 2010 kemarin
ini terselenggara berkat kerja sama...

...hehe ga ding...

sebenernya Bunda dapat rezeki voucher kidzania
sudah dua bulan yang lalu...
tapi Bunda lupaaa....

Bunda dapat bingkisan kado dari mahasiswa bimbingan
berupa dua buah voucher tiket masuk Kidzania
dari Kakak Farah Muthmainah
mahasiswa FEUI angkatan 2006
yang sudah lulus dengan memuaskan^^

kata Kakak Farah: dua tiket ini ditujukan buat Eisha dan Safa

namun dasar emak-emak pelupa,
Bunda baru sadar kalau ternyata itu voucher sdh mendekati expired date
tanggal 25 April kemaren coba...
padahal dikasihnya sudah lama...

akhirnya dengan pontang panting dan
tak terencana Eisha Safa dan Bunda juga Ayah
berangkat ke PP mall menuju Kidzania
tanggal 24 Aprilnya...hehe
daripada vouchernya mubazir tidak terpakai

alhamdulillah..senangnya disana,
kata Eisha: kita kesana lagi ya Bunda?
kata Bunda: tunggu ada yang kasih voucher lagii yaa..*hihi ngareppp*

Rabu, 21 April 2010

Membesarkan anak dalam budaya tamak atau itsar? mana yang kita pilih?

Bismillahirrahmanirrahim

tulisan sekaligus curhat ini berawal dari
pandangan mata kemarin 
sewaktu saya menuju kampus
dengan kereta listrik KRL AC jabotabek
dari stasiun Tebet menuju UI depok

disitu, saat saat masuk kereta,
saya temui satu keluarga lengkap berada dalam kereta AC
seorang ibu, seorang ayah, dan dua anak balita mereka, 
dan satu ART (mungkin juga disebut baby sitter)
mereka semuanya tak terkecuali 
duduk di bangku kereta
masing-masing mendapat satu kursi

kursi kereta saat itu memang sdh penuh
jadi saya dan beberapa penumpang lainnya
memang tidak mendapatkan tempat duduk
jadinya harus berdiri

setiba distasiun cawang
bermasukanlah penumpang kereta lainnya
ke dalam kereta
beberapa diantaranya adalah ibu-ibu paruh baya
lebih tua-lah dari saya (sepertinya)
kami persis berdiri tepat dihadapan keluarga tersebut

entah ini persepsi (proyeksi) saya atau bukan
mungkin iya, cuma menurut saya
alangkah baiknya jika sang ayah (dari keluarga tersebut) memberikan kursinya  
kepada orang lain perempuan2 ibu2 yang berdiri dihadapannya
atau mungkin salah satu dr dua anak balita mereka bisa dipangku 
untuk memberi ruang duduk bagi penumpang lain yang berdiri

tapi saya memang bukanlah mereka...

sang ayah tidak bergeming
tetap asik duduk di kursinya

saya sebenarnya sudah mahfum (biasa?)
dengan fenomena ini di kereta
mengingat pengalaman saya selama mjd penumpang perkeretaan jabotabek
jangan terlalu berharap... 
ada orang yang mau memberikan tempat duduk ke kita,
walaupun orang tersebut laki-laki dan muda serta terlihat sehat 
karena kalau kita punya harapan itu, mungkin kita akan kecewa

karena hal itu jarang terjadi
kebanyakan malah para penumpang pria
akan memejamkan matanya ketimbang
memberikan tempat duduknya ke penumpang lain
yang mestinya lebih diprioritaskan untuk duduk
yaitu: ibu-ibu, orang tua (lansia), atau anak-anak

nah kembali ke keluarga di kereta itu...
menjelang stasiun kalibata dan pasar minggu
dua anak balita mereka yang aktif sdh mulai bosan  duduk manis di bangku kereta
anak-anak balita itu  berdiri meninggalkan kursinya
dan salah satu anaknya yang paling kecil (sekitar 2 tahunan)
minta dipangku oleh si mba (ART)
sementara sang kakak yg lbh besar berjalan kesana kemari

hm hm...
berarti tersedia setidaknya satu bangku kosong lebih ya?

saya sekali lagi tidak berharap
bangku tersebut diberikan kepada penumpang lain
saya hanya senyum-senyum saja dalam hati 
(emang bisa ya senyum dalam hati? ^^)

yang membuat saya terkejut adalah
sang ibu (dari keluarga tersebut)
yang melihat bangku anaknya kosong
karena sang anak minta dipangku si mba ART
'memindahkan tas travel bayi berukuran cukup besar
ke bangku kosong yang ditinggalkan anaknya 


astaghfirullahal adzim...

jadilah bangku kosong tersebut dihuni
oleh tas bayi besar ketimbang diisi oleh orang lain yang jelas-jelas berdiri...

Allahu Rabbi....fenomena apa ini?

sang ibu lebih memilih mengisi bangku yang kosong tersebut dengan tas travelnya
ketimbang mempersilakan orang lain untuk duduk dibangku tersebut

bagaimana sekiranya Anda melihat hal ini?
apakah miris atau mungkin merupakan hal biasa??

****

ada satu lagi pengalaman saya...
hampir mirip dengan pengalaman kereta diatas...


dua minggu yang lalu saya berkesempatan mengajak anak-anak saya
bermain air di Snow Beach Taman Mini
karena kami kesana saat weekend bisa dibayangkan
betapa penuhnya orang yang berada disana

sampai suatu saat 
Eisha kepingin mencoba suatu wahana aliran air
dan itu membutuhkan pelampung ban kuning besar supaya bisa terapung
pelampung tersebut  memang disediakan pihak pengelola wahana 
tetapi apa mau dikata semua pelampung sudah terpakai
jadi kami mengurungkan niat bermain ke wahana tersebut
dan memilih untuk menunggu...

sampai saya melihat seorang ibu 
sedang memegangi sebuah  pelampung  disebelahnya
pelampung ban besar berwarna berwarna kuning sambil duduk..

dari pakaiannya saya yakin ibu itu tidak turut berenang...

tidak berapa lama, ada seorang anak perempuan 
berusia sekitar 10 tahun menghampiri ibu itu
ternyata anak perempuan itu bukanlah anak si ibu ini
ternyata si gadis kecil menghampiri si ibu
untuk bertanya bolehkah ia memakai pelampung ban kuning yang tidak terpakai
yang berada disebelah ibu itu

lalu apa kata ibu itu ke anak itu:
"Maaf ga bisa, ini nanti mau dipakai sama anak-anak saya"

padahal sampai sejam saya perhatikan 
sang pelampung masih tetap berada disamping ibu tersebut 
tanpa ada seorang anak atau kerabatnya yang memakainya

astaghfirullah...
saya beristighfar
kenapa ya ibu itu meng-keep  pelampung yang tidak dia pakai
sementara sebenarnya pelampung itu
adalah nyata-nyata  bukan kepunyaanya
dan ada orang lain yang saat itu membutuhkan?

duh jangan-jangan (saya) pernah melakukan hal itu ya?
astaghfirullah, saya tidak mau ya Allah.....
....semoga hal ini tidak pernah terfikir untuk pernah saya lakukan
apalagi dihadapan anak-anak saya...

karena bagaimana bisa...saya sebagai
seorang ibu, atau kita sebagai ibu dan ayah
yang tidak berhenti berdoa agar anak-anaknya menjadi anak sholeh, anak sholehah,
penyejuk mata dan hati  kita
malah mengamalkan sifat ketamakan dalam keseharian kita?

bagaimana bisa kita berharap
anak-anak kita kelak
menjadi anak yang anak yang baik, berhati lembut, penolong sesama..
tapi kesehariannya anak-anak dibawa pada sikap mementingkan diri sendiri?

bagaimana bisa kita berharap bangsa ini dipenuhi
generasi masa depan pembangun bangsa
jika sikap menolong dan memberi kepada orang lain tidak dibiasakan?
malah ditiadakan?

bagaimana mungkin kita berharap sang anak akan menjadi amalan jariyah kita kelak
jika kita, orang tuanya malah lebih mengedepankan sifat yang  justru diminta oleh Allah SWT dan Rasulunya untuk dijauhi?

*****

mari berkaca kepada fenomena yang lain
di belahan waktu dan peristiwa yang lain..
yang cukup membuat asa ini ada kembali
akan generasi masa depan yang sholeh dan sholehah...

cerita yang diadaptasi ini semoga memberikan hikmah buat kita ya..
ibu dan ayah, ummi dan abi, mama dan papa..

adalah dua anak laki-laki bersaudara...
usia keduanya kurang dari 5 tahun
mereka berdua sedang diajak berjalan-jalan ke Taman Pintar di Jogja sana

Di tengah perjalanan,
sang adik dibelikan satu botol susu coklat oleh sang Ibu
cuma satu buah memang...untuk dirinya sendiri yang memang sedang kehausan

sementara saudara satunya-nya (sang kakak) memang tidak berada disitu
karena sedang bermain di wahana yang lain
jadi sang ibu tidak membelikan susu untuk si kakak

sang adik  ternyata..
tidak serta merta menghabiskan susu tersebut
disisakan separuh, walau ia kehausan
dan katanya pada sang ibu: "ini setengah untuk Mas (sang kakak)"

subhanallah...
si adik haus
tapi ia masih terpikir
untuk memberikan sisa susunya pada saudaranya yang lain..

Sempatkah terfikir bahwa anak-anak ini
termasuk anak-anak kita
adalah anak-anak yang diberikan Sang pencipta
sebuah sifat fitrah yang sangat baik

Rasululullah SAW bersabda:
"Tiada seorang bayi pun yang lahir melainkan ia dilahirkan di atas fitrah. (HR Bukhari)"

mereka anak-anak ini
bagaikan kertas polos penuh dengan kesucian
apakah yang akan kita torehkan kepada kertas ini
sifat tamak ataukah sifat itsar?
sifat egosentris atau penolong?
sifat yang dilarang atau yang diajarkan Rasulullah SAW?

insya Allah kita akan memilih yang kedua..
inya Allah..insya Allah...
semoga Allah SWT meridhoi kita ya Ayah dan Bunda


“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. 59:9)