Rabu, 12 Mei 2010
Selasa, 04 Mei 2010
Jangan Sakiti Saudara Kita...
saya sebenarnya tidak tahu akan menulis catatan ini dari mana
Belakangan ini saya menjadi resah dan sedih atas
ujian yang sedang ditempa teman saya, sahabat saya
terlihat dengan jelas bagaiman masalahnya menguras habis jiwa dan fikirannya
sejujurnya saya tidak bisa berbuat banyak
karena saya adalah pihak yang out of circle dari masalah teman saya ini
Manusia dalam hidup ini memang punya banyak pilihan..
banyak orang bilang
hidup itu adalah pilihan...
kalau dulu kata seorang teman
yang juga seorang ustadz
pernah berkata
di hidup itu cuma ada dua pilihan: pilihan pada kebaikan, atau pilihan pada keburukan
dan tidak ada wilayah netral (abu-abu)
walau orang-orang sering kali bilang
yang baik buat saya, belum tentu baik buat kamu,
vice versa,
yang buruk buat kamu belum tentu buruk buat saya
tapi Alhamdulillah, sebagai seorang muslim...
kita telah punya standar kebaikan dan keburukan itu sendiri
yaitu Al Qur'an dan Ass sunnah
begitu bukan?
jadi kalau kita ragu kita berada di jalan yang mana saat ini
maka kembalikan kepada dua hukum Allah tersebut
sehingga kita akan selamat kelak..insya Allah
Mengenai karma..
secara tersirat
sebagai seorang muslim
memang kita tidak pernah mengenal kata ini
tapi apakah benar karma itu ada?
mari lihat apa yang dikatakan Allah SWT dalam kitab-Nya:
"....Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik bagi dirimu sendiri
dan jika kamu berbuat jahat, maka (kejahatan) itu bagi dirimu sendiri..." (QS al Isra 4-7)
Mungkin hal ini tidak sama dengan karma,
tapi Allah SWT jelas-jelas menyatakan
bahwa kebaikan dan keburukan yang kita perbuat kembalinya kepada kita sendiri
dan membuat saya beristighfar..berkali-kali
dan untuk temanku-temanku tersayang,
ingatlah...
ketika kita merampas
mencabik-cabik cinta dan rasa tentram orang lain
maka sesunggunya kita telah merampas cinta kebahagiaan kita sendiri
ketika kita tersenyum, tertawa, berbahagia
diatas kesedihan orang yang lainnya
sesungguhnya itu adalah kesedihan kita yang akan kita alami juga
kesakitan yang kita berikan kepada orang lain
apalagi kepada saudara kita
akan berujung pada kesakitan kita sendiri...
yang akan kita rasakan juga
mungkin kelak, mungkin hari esok, mungkin satu jam lagi?
hanya Allah Yang Maha Tahu
dan untuk seseorang disana...
jika kita berada dalam peran memisahkan
seorang suami dari isteri yang pernah disayanginya
sesungguhnya kelak kita juga mungkin akan dipisahkan dalam proses yang sama
ketika kau renggut seorang ayah dari seorang anak,
buah hatinya, aliran darahnya,
maka kelak anakmu mungkin akan merasakan kehilangan yang sama
jika kita menyakiti hati jiwa orang yang lainnya
kita kelak akan menuai hal yang sama
Ingatlah syaitan, musuh kita
adalah musuh kita yang paling BESAR
selalu berusaha keras membelokkan jalan-jalan lurus kita
menjadikan sesuatu yang buruk dengan hiasan keindahan
menjadikan seuatu yang punya banyak mudharat
serasa punya banyak manfaat buat kita
menjadikan sesuatu yang terlanggar terlihat menjadi sesuatu yang sah untuk dijalankan
astaghfirullah astaghfirullah astaghfirullah...
banyak-banyak beristighfar
semoga Allah swt selalu membimbimbing jalan-jalan kita
memperkenankan kita kembali berada lurus dalam jalanNya
mengembalikan pandangan kabur dari mata kita...
menyingkirkan kabut yang membelenggu fikiran kita...
Amin Ya Allah, kabulkanlah doaku..
Berikanlah sahabatku jalan keluar..Jalan-Mu
Senin, 03 Mei 2010
kembali ke alam..go to mekarsari
Beberapa minggu yang lalu
Eisha Safa berkesempatan
melihat-lihat kebun buah buatan
di taman buah mekarsari
ceritanya mau melihat alam nan hijau
karena di jakarta ga ada tuh alam yang hijau
hehe
rencananya eisha kepingin lihat pohon apel
buah kesukaannya
tapi apa daya karena berangkatnya sudah siang
dan sampai disana hujan mengguyur deras sekali
jadinya area yang dikunjungi juga terbatas
kalau mau kesini lagi
berangkatnya harus lebih pagi ya
biar puas main ke alamnya...
Jumat, 30 April 2010
Kebaikan yang Menguatkan
Bismillahirrahmanirrahim
Saya sebenarnya tidak tahu harus menulis catatan ini dari mana
judul tulisan ini mencuat begitu saja dari kepala saya tadi sore
kebaikan, ya perbuatan baik
kerap kita lakukan insya Allah ya
alasannya? alasan melakukannya?
banyak
masing-masing orang punya alasannya sendiri
masing-masing punya niatnya sendiri
ikhlas?
semoga, karena keikhlasan dan niat seseorang hanya Allah SWT saja yang tahu
tapi tahukah kebaikan yang kita lakukan
setiap langkah-langkah menujunya
setiap fikiran yang memikirkannya
setiap tangan yang terjulurkan'
setiap kata-kata kebaikan yang diluncurkan
semuanya akan berbalik kepada kita sendiri
kita mungkin tidak merasa
tidak sadar
tapi ternyata kebaikan-kebaikan lain berdatangan kepada kita
menguatkan kita dikala lemah
memperkaya hati kita disaat miskin
'dan memperkuat hubungan kita dengan orang-orang yang kita cintai
tahukah kita
sesungguhnya senyum yang kita berikan kepada teman
hiburan yang kita suguhkan disaat teman merana
dan kebaikan2 lain
menguatkan kita dalam hidup ini
merekatkan hubungan kita dengan orang-orang yang kita kasihi
kita sayangi...ini terbukti...
jika tidak percaya lihat saja hidup Anda
kebaikan-kebaikan yang Anda dapat sekarang
adalah buah kebaikan yang telah Anda lakukan
dijauh-jauh hari, di hari kemarin, di detik yang lalu..
Anas bin Malik ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda (yang artinya):
“Di antara manusia ada yang menjadi pembuka kebaikan serta penutup keburukan, dan ada pula yang menjadi pembuka keburukan serta penutup kebaikan. Sungguh beruntung seseorang yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka kebaikan dan sungguh celaka dia yang Allah letakkan di tangannya kunci-kunci pembuka keburukan.“ (HR. Ibnu Majah)
“Barangsiapa yang
mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan
beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang
baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan
pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan”.
(An-Nahl:97)
Selasa, 27 April 2010
detikNews : UN 2010 Langgar Prinsip Keadilan Pendidikan
Maaf Pak Menteri, tapi saya sangat tidak mendukung UN (eh kenapa musti minta maaf sama Pak Menteri?)
Kidzania Bermain Profesi
Acara main ke kidzania
hari Sabtu sore
tanggal 24 April 2010 kemarin
ini terselenggara berkat kerja sama...
...hehe ga ding...
sebenernya Bunda dapat rezeki voucher kidzania
sudah dua bulan yang lalu...
tapi Bunda lupaaa....
Bunda dapat bingkisan kado dari mahasiswa bimbingan
berupa dua buah voucher tiket masuk Kidzania
dari Kakak Farah Muthmainah
mahasiswa FEUI angkatan 2006
yang sudah lulus dengan memuaskan^^
kata Kakak Farah: dua tiket ini ditujukan buat Eisha dan Safa
namun dasar emak-emak pelupa,
Bunda baru sadar kalau ternyata itu voucher sdh mendekati expired date
tanggal 25 April kemaren coba...
padahal dikasihnya sudah lama...
akhirnya dengan pontang panting dan
tak terencana Eisha Safa dan Bunda juga Ayah
berangkat ke PP mall menuju Kidzania
tanggal 24 Aprilnya...hehe
daripada vouchernya mubazir tidak terpakai
alhamdulillah..senangnya disana,
kata Eisha: kita kesana lagi ya Bunda?
kata Bunda: tunggu ada yang kasih voucher lagii yaa..*hihi ngareppp*
Rabu, 21 April 2010
Membesarkan anak dalam budaya tamak atau itsar? mana yang kita pilih?
saya temui satu keluarga lengkap berada dalam kereta AC
memang tidak mendapatkan tempat duduk
lebih tua-lah dari saya (sepertinya)
atau mungkin salah satu dr dua anak balita mereka bisa dipangku
dengan fenomena ini di kereta
ada orang yang mau memberikan tempat duduk ke kita,
walaupun orang tersebut laki-laki dan muda serta terlihat sehat
memberikan tempat duduknya ke penumpang lain
yaitu: ibu-ibu, orang tua (lansia), atau anak-anak
karena sang anak minta dipangku si mba ART
jadilah bangku kosong tersebut dihuni
oleh tas bayi besar ketimbang diisi oleh orang lain yang jelas-jelas berdiri...
ketimbang mempersilakan orang lain untuk duduk dibangku tersebut
****
hampir mirip dengan pengalaman kereta diatas...
betapa penuhnya orang yang berada disana
adalah nyata-nyata bukan kepunyaanya
dan ada orang lain yang saat itu membutuhkan?
astaghfirullah, saya tidak mau ya Allah.....
karena bagaimana bisa...saya sebagai
seorang ibu, atau kita sebagai ibu dan ayah
yang tidak berhenti berdoa agar anak-anaknya menjadi anak sholeh, anak sholehah,
penyejuk mata dan hati kita
malah mengamalkan sifat ketamakan dalam keseharian kita?
bagaimana bisa kita berharap
anak-anak kita kelak
menjadi anak yang anak yang baik, berhati lembut, penolong sesama..
tapi kesehariannya anak-anak dibawa pada sikap mementingkan diri sendiri?
bagaimana bisa kita berharap bangsa ini dipenuhi
generasi masa depan pembangun bangsa
jika sikap menolong dan memberi kepada orang lain tidak dibiasakan?
malah ditiadakan?
bagaimana mungkin kita berharap sang anak akan menjadi amalan jariyah kita kelak
jika kita, orang tuanya malah lebih mengedepankan sifat yang justru diminta oleh Allah SWT dan Rasulunya untuk dijauhi?
*****
di belahan waktu dan peristiwa yang lain..
yang cukup membuat asa ini ada kembali
akan generasi masa depan yang sholeh dan sholehah...
cerita yang diadaptasi ini semoga memberikan hikmah buat kita ya..
ibu dan ayah, ummi dan abi, mama dan papa..
adalah dua anak laki-laki bersaudara...
usia keduanya kurang dari 5 tahun
mereka berdua sedang diajak berjalan-jalan ke Taman Pintar di Jogja sana
Di tengah perjalanan,
sang adik dibelikan satu botol susu coklat oleh sang Ibu
cuma satu buah memang...untuk dirinya sendiri yang memang sedang kehausan
sementara saudara satunya-nya (sang kakak) memang tidak berada disitu
karena sedang bermain di wahana yang lain
jadi sang ibu tidak membelikan susu untuk si kakak
sang adik ternyata..
tidak serta merta menghabiskan susu tersebut
disisakan separuh, walau ia kehausan
dan katanya pada sang ibu: "ini setengah untuk Mas (sang kakak)"
subhanallah...
si adik haus
tapi ia masih terpikir
untuk memberikan sisa susunya pada saudaranya yang lain..
Sempatkah terfikir bahwa anak-anak ini
termasuk anak-anak kita
adalah anak-anak yang diberikan Sang pencipta
sebuah sifat fitrah yang sangat baik
Rasululullah SAW bersabda:
"Tiada seorang bayi pun yang lahir melainkan ia dilahirkan di atas fitrah. (HR Bukhari)"
mereka anak-anak ini
bagaikan kertas polos penuh dengan kesucian
apakah yang akan kita torehkan kepada kertas ini
sifat tamak ataukah sifat itsar?
sifat egosentris atau penolong?
sifat yang dilarang atau yang diajarkan Rasulullah SAW?
insya Allah kita akan memilih yang kedua..
inya Allah..insya Allah...
semoga Allah SWT meridhoi kita ya Ayah dan Bunda
“Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. 59:9)