Bismillahirrahmanirrahim
Percaya ga kalau kita adalah
generasi ibu-ibu yang mestinya bisa lebih baik dari
generasi ibu-ibu sebelumnya
hmmmm
bukan berkesan sombong
cuma menyemangati (emang aye sape ya pake acara nyemangatin heee)
tapi kita memang harus lebih baik dr para ibu
di zaman ibu-ibu kita zaman dulu kan ya?
dengan informasi yang sedemikian masif dan
kebijakan juga kebajikan yang semakin tumbuh
Jadi selain mengambil pelajaran dari bagaimana
ibu-ibu kita dulu berjuang dengan sangat baik
dalam membesarkan anak-anak mereka
kita juga bergerak menjadi lebih baik
begitu bukan?
termasuk dalam urusan memandang anak kita
dan anak lainnya
masihkah kita berada dalam pakem
"ini anak kita dan yang lain bukan?"
tidak tidak tidak
sekarang sudah bukan musimnya lagi berkata:
"anak saya yang terbaik, dan anak lain tidak"
"anak saya harus jadi yang terbaik dibanding anak lain"
cara berfikir seperti ini adalah cara berfikir yang harus kita segera tinggalkan.
Karena bangsa ini tidak tumbuh dari satu anak, anak kita
bangsa ini tidak maju dari hanya satu anak
masayarakat ini tidak menjadi madani hanya dari dua tiga anak sholeh sholehah
kehidupan kita tidak mungkin menjadi membaik dari anak-anak pintar yang kita lahirkan!
Jadi berhentilah membanding-bandingkan
bahwa anak kita ranking 1, 2, 3 sepuluh besar
diatas anak-anak lainnya
anak kita pintar dan yang lainnya bodoh
kita mendidik dengan benar dan orang tua lain tidak
kita memberi asupan gizi yang baik
dan syukurlah yang lain tidak tahu trik dan tipsnya
marilah berbagi
saling sharing
yang telah kita lakyukan melalui blog kita ini
ya kan?
bagaimana membuat anak baik, sholehah, tanpa menghujat anak lainnya
apa dunia harus dibuat seperti itu, bahwa anak kita akan lahir sebagai jagoan da
anak lain adalah pengambil peran antagonisnya
oh tidak tidak
jangan sampai fikiran ini merasuki kita ya para ibu
kita adalah ibu-ibu pembangun umat
kita adalah ibu-ibu pendidik generasi masa depan yang bergerak simultan
bersama-sama membangun bangsa ini kelak
Selasa, 28 Desember 2010
Jumat, 17 Desember 2010
padanya (anak-anak kita), Allah titipkan keunggulan dan kelemahan. Bersyukurlah atas keungulannya walau itu bukan kepintaran otak, tp dlm bentuk lainnya berupa kehalusan hati dan keshalehan, dan bersabarlah atas kelemahan-kelemahan mereka, pandanglah mereka sbg manusia spt kita org tuanya yg jg adl manusia berisi banyak kelemahan...(nasihat sesorang kepadaku sbg ibu dr dua org anak perempuan)
Kamis, 16 Desember 2010
Tempat Liburan Asik nan Edukatif Nih
Kamis, 09 Desember 2010
Selasa, 30 November 2010
cerita ART: takut naik eskalator
Bismillahirrahmanirrahim
Sudah lama tidak nge-blog nih
beberapa ide sudah ada di kepala
untuk bahas topik yang agak serius
tapi sedang belum ada waktu cari data pendukungnya
alias males *ga boleh dipiara nih* he he
Jadi postingan kali ini isinya yang ringan saja ya,
tentang (lagi-lagi) asisten rumah tangga di rumah
tapi yang ga jelek-jelek kok,
nah ceritanya kita dapat art baru
buat jaga Safa dirumah sehari-hari sementara Bunda dan Ayah kerja
namanya mba barunya bagus sekali: Lutfia, *tapi bukan lutfia Sunkar ya hehe*
biasanya dipanggil dengan sapaan mba Iluth atau mba Fia
asalnya dari pekalongan, saat pertama kali ketemu saya langsung merasa cocok
dan benar alhamdulillah, sama anak-anak sabar dan telaten
dan bahasanya juga halus, sabar, dan ga suka marah-marah sama eisha safa ^^
nah ke inti ceritanya, kemarin weekend
seperti biasa tiap minggu, kita (ayah bunda, eisha dan safa)
pergi ke rumah nenek di depok
dalam perjalanan Bunda ceritanya lapar (lupa belum makan pagi, ups)
Ayah yang baik hati saat itu (hehe)
menawarkan Bunda untuk mampir cari makanan di Pejaten Village
yang letaknya memang pas on the way to Depok dari setiabudi
Bunda mengiyakan ajakan ayah ^^
akhirnya kita belok ke Penvil untuk cari makanan
setiba diparkir, ayah ajak semuanya turun
tapi mba Iluth bilang: "aku tunggu disini saja bu, jaga safa yang sedang tidur"
tapi kata Eisha: "mba Iluth ikut saja, kasihan masak diparkiran, gelap"
akhirnya kita semua keluar parkir dan menuju Penvil
menuju lantai dasar naik lift
setiba dilantai dasar, kita tanya ke pak satpam: "foodcourt dimana ya pak"
pak satpamnya agak ragu jawabnya: "kalo ga dilantai 2 lantai 3 deh Bu"
laahhh hehe...
yasudah akhirnya kita ke lantai dua, naik tangga jalan (eskalator) dari situ
Bunda gandeng Eisha, dan Ayah gandeng safa
kita naik tangga jalannya
tapiiiiiiiii....ternyata oh ternyata
Mba Iluth ga ikutan naikkk, sementara kita sudah dalam perjalanan di eskalator menuju atas, mba iluth termangu di depan tangga jalan
loooooooo mba Iluth????
oow baru ketawan, ternyata mba Iluth ini takut naik tangga jalan
ya ampuun
mba Iluth kenapa ga bilang,
kalo bilang kan tadi Bunda pegangin biar berani ya
akhirnya mau ga mau, Bunda turun lagi deh kebawah
untuk jemput mba Iluth
dan pegangin tangannya si mba pas naik tangga jalan,
beneran dh dia megang tangan bunda kenceng banget
tandanya mba iluth ini ngeri naik tangga jalan *weleh*
Bunda bilang: "kenapa takut Vi"
kata mba Lutfia-nya "ngerii aku buuuu"
"oh yasudah, nanti kalo naik tangga jalan lagi pegangan aku ya" kata Bunda
ternyata, food court bukan dilantai dua,
jadi kita musti naik lagi satu lantai
naik tangga jalan lagi deh
Bunda bilang: "Mba Iluth pegangan aku yaaa"
eh entah kenapa si mba gak pegangan,
sama kayak kejadian pertama
dia termangu didepan eskalator, sendirian
sementara kita sudah ditangga menuju atas, weleh weleh hehe
dan Bunda, sama kayak tadi jemput mba Iluth lagi deh di lntai dua
turun dulu dan pegangin tangannya ke atas, hoho
berarti dia memang takut beneran ya sama tangga jalan (eskalator)
wahhh besok-besok,
lain kali kita naik lift ajah ya mba Iluth....
buat teman-temankuh, ada ide ga ya buat ngilangin eskalator phobianya Mba Iluth?
tq before yaaa......
<
Sudah lama tidak nge-blog nih
beberapa ide sudah ada di kepala
untuk bahas topik yang agak serius
tapi sedang belum ada waktu cari data pendukungnya
alias males *ga boleh dipiara nih* he he
Jadi postingan kali ini isinya yang ringan saja ya,
tentang (lagi-lagi) asisten rumah tangga di rumah
tapi yang ga jelek-jelek kok,
nah ceritanya kita dapat art baru
buat jaga Safa dirumah sehari-hari sementara Bunda dan Ayah kerja
namanya mba barunya bagus sekali: Lutfia, *tapi bukan lutfia Sunkar ya hehe*
biasanya dipanggil dengan sapaan mba Iluth atau mba Fia
asalnya dari pekalongan, saat pertama kali ketemu saya langsung merasa cocok
dan benar alhamdulillah, sama anak-anak sabar dan telaten
dan bahasanya juga halus, sabar, dan ga suka marah-marah sama eisha safa ^^
nah ke inti ceritanya, kemarin weekend
seperti biasa tiap minggu, kita (ayah bunda, eisha dan safa)
pergi ke rumah nenek di depok
dalam perjalanan Bunda ceritanya lapar (lupa belum makan pagi, ups)
Ayah yang baik hati saat itu (hehe)
menawarkan Bunda untuk mampir cari makanan di Pejaten Village
yang letaknya memang pas on the way to Depok dari setiabudi
Bunda mengiyakan ajakan ayah ^^
akhirnya kita belok ke Penvil untuk cari makanan
setiba diparkir, ayah ajak semuanya turun
tapi mba Iluth bilang: "aku tunggu disini saja bu, jaga safa yang sedang tidur"
tapi kata Eisha: "mba Iluth ikut saja, kasihan masak diparkiran, gelap"
akhirnya kita semua keluar parkir dan menuju Penvil
menuju lantai dasar naik lift
setiba dilantai dasar, kita tanya ke pak satpam: "foodcourt dimana ya pak"
pak satpamnya agak ragu jawabnya: "kalo ga dilantai 2 lantai 3 deh Bu"
laahhh hehe...
yasudah akhirnya kita ke lantai dua, naik tangga jalan (eskalator) dari situ
Bunda gandeng Eisha, dan Ayah gandeng safa
kita naik tangga jalannya
tapiiiiiiiii....ternyata oh ternyata
Mba Iluth ga ikutan naikkk, sementara kita sudah dalam perjalanan di eskalator menuju atas, mba iluth termangu di depan tangga jalan
loooooooo mba Iluth????
oow baru ketawan, ternyata mba Iluth ini takut naik tangga jalan
ya ampuun
mba Iluth kenapa ga bilang,
kalo bilang kan tadi Bunda pegangin biar berani ya
akhirnya mau ga mau, Bunda turun lagi deh kebawah
untuk jemput mba Iluth
dan pegangin tangannya si mba pas naik tangga jalan,
beneran dh dia megang tangan bunda kenceng banget
tandanya mba iluth ini ngeri naik tangga jalan *weleh*
Bunda bilang: "kenapa takut Vi"
kata mba Lutfia-nya "ngerii aku buuuu"
"oh yasudah, nanti kalo naik tangga jalan lagi pegangan aku ya" kata Bunda
ternyata, food court bukan dilantai dua,
jadi kita musti naik lagi satu lantai
naik tangga jalan lagi deh
Bunda bilang: "Mba Iluth pegangan aku yaaa"
eh entah kenapa si mba gak pegangan,
sama kayak kejadian pertama
dia termangu didepan eskalator, sendirian
sementara kita sudah ditangga menuju atas, weleh weleh hehe
dan Bunda, sama kayak tadi jemput mba Iluth lagi deh di lntai dua
turun dulu dan pegangin tangannya ke atas, hoho
berarti dia memang takut beneran ya sama tangga jalan (eskalator)
wahhh besok-besok,
lain kali kita naik lift ajah ya mba Iluth....
buat teman-temankuh, ada ide ga ya buat ngilangin eskalator phobianya Mba Iluth?
tq before yaaa......
<
Minggu, 28 November 2010
Dari fb Keluarga Sakinah "Aku mengamati semua sahabat.. dan tidak menemukan sahabat yg lebih baik daripada menjaga lidah.. Aku memikirkan tentang semua pakaian.. tetapi tdk menemukan pakaian yg lebih baik drpd takwa.. Aku merenungkan tentang sgl jenis amal baik.. namun tdk mendapatkan yg lebih baik drpd memberi nasehat.. Aku mencari segala bentuk rezeki.. tapi tdk menemukan rezeki yang lebih baik daripada sabar." (Umar bin Al-Khatab)
Kamis, 11 November 2010
(cerita PRT/ART) betah di bioskop ^^
Bismillahirrahmanirrahim
Kalau cerita tentang ART(asisten rumah tangga)
atau PRT (pembantu rumah tangga)
memang tidak habisnya
termasuk topik gosip hangat dan tidak pernah basi
dikalangan emak-emak, ya kan?
Kebanyakan ya cerita tentang PRT berkisar pada
yah gitu deh (ga tau kenapa polanya sama():
yang mainan hape mulu (saya ngerasain juga)
baru sehari ga betah minta pulang, kerjanya ga pas,
kelayapan sampe pagi
weleh
Tapi tulisan ini sejatinya ga mau tulis yang kayak gitu lagi deh,
habis gimana, mau kayak apa juga, diri ini masih butuh merekah
pembantuku pahlawanku *halah*lebai hihi*
dari sejak mencoba pake asisten atau pembantu rumah tangga,
saya sudah dapet lumayan jumlahnya kalau dihitung pakai jari tangan
(ada si inah, leis, ati, ina lagi, putri, ningsih, putri lagi)
Jangan ditanya, semuanya beda-beda..
Tapi ada satu cerita lucu dulu nih (gapapa deh sudah agak basi
):
saat si Ningsih, art 18 tahun asal jogja
baru datang di rumah untuk kerja
waktu itu dia datang pas menjelang weekend
ceritanya saat weekend itu,
sabtu malam, Ayah janji ajak Bunda
nonton film "My name is Khan" di Premiere Theater Plaza EX, Plaza Indonesia
berhubung itu film memang cuma diputar disitu, jadi ga bisa nomat (nonton hemat) hehe
Nah tadinya sih Bunda maunya nonton berdua aja,
secara itu film bukan masuk kategori film anak-anak
tapi ternyata anak-anak mau ikutan, apalagi Eisha ga mau ditinggal
dan sang Ayah yang ga tegaan dan sangat sayang anak-anak
dengan senang hati mengajak mereka ikut serta
Nah biar nanti ada yang bantuin Bunda kalau kerepotan disana
diajaklah si mba baru: Mba Ningsih untuk ikut serta
Setiba di Premiere theater, masuklah kita berlima
termasuk mba Ningsih yang ternyata setelah ditanya,
baru sekali-kalinya itu dia masuk ke Mall hehe
dan otomastis baru sekali juga nonton film di theater atau bioskop
Ya sudah Bunda merelakan 4 buah tiket dibeli
untuk kita berlima masuk (Ayah Bunda, Eisha, dan si Ningsih,
juga Safa yang ikutan masuk juga tapi ga bayar tiket)
lumayan juga harga total tiketnya ya tapi gapapa juga karena itu bayarnya dirogoh dari dompetnya ayah hehe
Nah pas didalam, Safa ga berapa lama tidur saat film baru diputar, jadi aman.
Eisha juga tidur, gapapa. aman juga.
Nah Bunda berharap, momen nonton film bagus sekelas "My Name is Khan"
ga cuma diserap oleh Ayah sama Bunda,
tapi juga termasuk juga Ningsih, si ART baru
dan menjadi pengalaman mengesankan
buat dia di hari pertama kerjanya *taelah*
Nah 15 menit film dimulai,
mata melirik ke bangku si Ningsih
dengan hipotesis awal kalo dia "will enjoy the movie"
dan excited-lah kan baru pertama kali nontonnn
pake layar segeda gaban gitu loh nobntonnya hee...
Brharap Ningsih tertangkap mata Bunda
sedang membelalakan matanya
menonton si Sakh Rukh Khan
dengan riang gembira dan penuh antusias
ehhhhhh yang Bunda daapatkan malahhhhh
pemandangan si Ningsih pules molor di bangku pojokan..
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
ahhhhhaaha....Ningsih-Ningsih
sudah dibayarin tiket teater kok malah dipake
kanggo tempat turu toh nduuuk nduuuuk hehehehe
Bunda colek Ayah suruh lihat Ningsih, ayah cuma ketawa aja hehehe
dan si Ningsih tidur melingkar manis
sampe itu film berakhir,
masak iya kita gugah dia lagi tidur...
ya nda tegaaa laahhh..hehe
*pesan moral: terkadang ekspektasi kita tidak sesuai harapan, maka bersiaplah
Kalau cerita tentang ART(asisten rumah tangga)
atau PRT (pembantu rumah tangga)
memang tidak habisnya
termasuk topik gosip hangat dan tidak pernah basi
dikalangan emak-emak, ya kan?
Kebanyakan ya cerita tentang PRT berkisar pada
yah gitu deh (ga tau kenapa polanya sama():
yang mainan hape mulu (saya ngerasain juga)
baru sehari ga betah minta pulang, kerjanya ga pas,
kelayapan sampe pagi
weleh
Tapi tulisan ini sejatinya ga mau tulis yang kayak gitu lagi deh,
habis gimana, mau kayak apa juga, diri ini masih butuh merekah
pembantuku pahlawanku *halah*lebai hihi*
dari sejak mencoba pake asisten atau pembantu rumah tangga,
saya sudah dapet lumayan jumlahnya kalau dihitung pakai jari tangan
(ada si inah, leis, ati, ina lagi, putri, ningsih, putri lagi)
Jangan ditanya, semuanya beda-beda..
Tapi ada satu cerita lucu dulu nih (gapapa deh sudah agak basi
saat si Ningsih, art 18 tahun asal jogja
baru datang di rumah untuk kerja
waktu itu dia datang pas menjelang weekend
ceritanya saat weekend itu,
sabtu malam, Ayah janji ajak Bunda
nonton film "My name is Khan" di Premiere Theater Plaza EX, Plaza Indonesia
berhubung itu film memang cuma diputar disitu, jadi ga bisa nomat (nonton hemat) hehe
Nah tadinya sih Bunda maunya nonton berdua aja,
secara itu film bukan masuk kategori film anak-anak
tapi ternyata anak-anak mau ikutan, apalagi Eisha ga mau ditinggal
dan sang Ayah yang ga tegaan dan sangat sayang anak-anak
dengan senang hati mengajak mereka ikut serta
Nah biar nanti ada yang bantuin Bunda kalau kerepotan disana
diajaklah si mba baru: Mba Ningsih untuk ikut serta
Setiba di Premiere theater, masuklah kita berlima
termasuk mba Ningsih yang ternyata setelah ditanya,
baru sekali-kalinya itu dia masuk ke Mall hehe
dan otomastis baru sekali juga nonton film di theater atau bioskop
Ya sudah Bunda merelakan 4 buah tiket dibeli
untuk kita berlima masuk (Ayah Bunda, Eisha, dan si Ningsih,
juga Safa yang ikutan masuk juga tapi ga bayar tiket)
lumayan juga harga total tiketnya ya tapi gapapa juga karena itu bayarnya dirogoh dari dompetnya ayah hehe
Nah pas didalam, Safa ga berapa lama tidur saat film baru diputar, jadi aman.
Eisha juga tidur, gapapa. aman juga.
Nah Bunda berharap, momen nonton film bagus sekelas "My Name is Khan"
ga cuma diserap oleh Ayah sama Bunda,
tapi juga termasuk juga Ningsih, si ART baru
dan menjadi pengalaman mengesankan
buat dia di hari pertama kerjanya *taelah*
Nah 15 menit film dimulai,
mata melirik ke bangku si Ningsih
dengan hipotesis awal kalo dia "will enjoy the movie"
dan excited-lah kan baru pertama kali nontonnn
pake layar segeda gaban gitu loh nobntonnya hee...
Brharap Ningsih tertangkap mata Bunda
sedang membelalakan matanya
dengan riang gembira dan penuh antusias
ehhhhhh yang Bunda daapatkan malahhhhh
pemandangan si Ningsih pules molor di bangku pojokan..
zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz
ahhhhhaaha....Ningsih-Ningsih
sudah dibayarin tiket teater kok malah dipake
kanggo tempat turu toh nduuuk nduuuuk hehehehe
Bunda colek Ayah suruh lihat Ningsih, ayah cuma ketawa aja hehehe
dan si Ningsih tidur melingkar manis
sampe itu film berakhir,
masak iya kita gugah dia lagi tidur...
ya nda tegaaa laahhh..hehe
*pesan moral: terkadang ekspektasi kita tidak sesuai harapan, maka bersiaplah
Langganan:
Postingan (Atom)