mencoba mendokumentasikan jurnal obrolan Bunda dengan Eisha nih
sebenarnya percakapan ini terjadi jumat kemarin (16/07/10)
waktu Bunda antar Eisha ke sekolah pagi-pagi
Eisha tanya begini ke Bunda:
"Bunda, kenapa dijalan itu yang paling sering menyala,
dan paling lama menyalanya itu lampu hijau dan merah?"
tanya Eisha: "kenapa lampu kuning menyalanya sebentar sekali ya?"
eh iya ya, Bunda ga sadar,
nih anak Bunda perhatiin juga ya durasi itu lampu lalin menyala
Kata Bunda: "iya sha, soalnya lampu kuning itu adalah tanda peralihan dari lampu hijau ke merah, atau dari lampu merah ke lampu hijau, jadinya ga begitu lama nyalanya"
*moga-moga jawabannya bener..hehe*
*lain kali coba kita tanya ke polantas kali ya, biar tahu jawaban pastinya*
Kata Eisha lagi: "Bunda,kalau merah kan artinya berhenti,
kalau hijau artinya jalan,
kalau kuning kenapa ada yang bilang hati-hati ya Bunda?"
Kakek yang lagi nyetir nyeletuk menambahkan:
"Eisha, arti lampu kuning sebenarnya waspada atau bersiap-siap,
artinya orang yang sedang setir mobil,
kalau lihat lampu kuning supaya bersiap-siap,
siap-siap untuk berhenti atau bersia-siap untuk jalan kembali
Kata Eisha: "terus kalau yang bilang hati-hati maksudnya apa, kakek?"
hmmmm *mikir bunda sama kakek*
eh tapi malah Eisha yang jawab sendiri:
"oh iyaa, aku tahu mungkin agar orang yang menyeberang jalan hati-hati ya"
"soalnya kalau lampunya dari merah ke hijau,
lampu kuningnya berarti hati-hati nyebrangnya,
soalnya sebentar lagi mobil-mobilnya mau jalan lagi"
Kata bunda: "oh iyaaaaaa mungkin begitu ya arti kuning = hati-hati ya"
nah nah berkaitan dengan hal ini,
jadi Bundanya yang penasaran,
mau tanya ke bu guru dulu yang ajarin Bunda,
apa sih sebenarnya maksud lampu kuning = hati-hati? hehehe
note:
*btw busway, kalau buat kita, emak-emak,
arti lampu kuning = sama dengan "hati-hati"
mungkin bisa diterapkan dalam konteks belanja, konsumsi, nonton, makan, beli baju, beli ini beli itu, ya gak ya? xixixi ^^
sumber gambar: http://zibalboart.blogspot.com/2007_11_01_archive.html